saat sudah mulai patah, disanalah kekuatan itu ada

Jumat, 27 okt 2017,

sudah 2 hari ini aku enggan untuk bangun dan menjalani hariku,
jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi saat aku terbangun dari tidur yang kesekian kalinya,
dengan mata yang masih lengket, aku meraba sekitarku dan mencari hape,
sekedar melihat notif.


"oh ya aku ada janji hari ini untuk melihat analisis data kakak tingkatku" pikirku,
barulah berusaha membuka mata, dan mencari nomor hapenya di grup karna gak aku save,
setelah ketemu(aku rasa nomorya benar) efek masih gak konsen.

"mas, hari ini jadi?, tapi aku masih mager di kasur" isi pesanku singkat yang pada kenyataanya banyak typo karena mata masih ngantu.
"iya, ini aku otw" balasnya
"mas, aku ke kampus jam 10.n aja ya, masih pengen tidur lagi soalnya?" usulku,
"okey tak tunggu ya!" balas masnya.
kemudian aku menutup mataku lagi, dan memasang alarm jam 9.

***
drrrttt... drrrrttttt... hapeku bergetar
dengan mata merem tanganku meraba mencari hp di kanan kiri bantalku, kemudian aku mengambilnya da mematikan alarm..
kembali berusaha membuka mata dengan sekuat tenaga,
baca notif, bales wa, dan membuka instagram sebentar, biar mata bisa beneran melek,
badanku masih lengket dengan kasur tak mau beranjak darinya,
aku membuka game di hape biar setelahnya aku seger dan siap mandi,
tak lama memainkan game, rasa bosan pn melanda dan kututup apps nya.

beranjaklah aku dari kasur dan melangkah ke kamar mandi yang hanya 2 langkah dari kasur, iya kamar mandi ku ada di dalam kamar, sambil meraih handuk yang tergantung di balik pintu.

selesai mandi aku siap-siap dan berankat ke kampus.

***
Allahuakbar... Allahuakbar...
suara adzan dari speaker fakultas, yang menandakan masuk waktu shalat.
'wah dah waktunya jumatan aja, kok cepet ya' pikirku
ku raih hp disampingku,
ku wa temanku
"hari ini konsul lagi kah?" tanyaku
"iya sekalian, nanti habis jumatan aku ke kampus, tapi mau ngeprint dulu" balasnya,
"oh okey tak tunggu di lab(read: laboratorium)"
'wahh.. konsul lagi, aku sebenernya males ketemu dospemku', gegara kemarin naskahku gakpernah d baca dan hanya bilang "yang ini(naskahku) samakan aja ya!".

***
shalat jumat telah selesai dan para laki-laki pun sudah kembali ke fakultas.
aku wa pacar ku
"yank, aku males konsul hari ini, tapi aku diajak konsul, yaapa?"
"aduh mesti, apa mau gak konsul ta?"usulnya,
"kalo gak konsul, akunya gak sidang-sidang", mesti semau-maunya aku sendiri aja,
"lah, kamu konsul juga begitu-begitu terus", udah capek mungkin dia dengerin curhatanku,
"lah gimana?, makanya kan bigung mau gimana",
"ya yaudah terserah kamu manunya gimana" udah capek ladenin aku yang bingung sendiri.
akhirnya yaudah lah ya konsul aja apapun yang terjadi, mau di tolak atau apa juga, penting udah usaha.

***
setalh shalatn ashar aku dan temanku(read 'dia') pergi ke ruang dosen untuk menemui dospem.
dan ternyata sang dospem belum selesai nguji sidang anak binggingan dosen lain, seperti biasa , kita tunggu di depan ruang dosen, beberapa saat kemudian sidangnya sudah selesai, tapi seperti yang sudah-sudah pak dospem mau shalat asar dulu baru kita bisa konsul.
"ayo, saya sudah selesai" dospemku keluar riuang dosen untuk memberitahukan sudah bisa diskusi.
'cukup deg degan sih dengan apa yang akan terjadi, dalam hati udah shalawatan dan baca surat al-fatihah terus menerus sedari menunggu tadi',

"assalamualaikum,," salamku pelan dengan badan sedikit membungkuk 'tanda hormat' saat memasuki ruangan dosen.
"waalaikumsalam, silahkan" jawab pak dospem dengan menunjuk kursi di depan meja
"ini pak" sambil menyerahkan dua naskahku dan temanku.
"sampe mana kemarin saya ngoreksi?, tanya beliau
"sampe warna dan tekstur pak" 
"hmmm,, yang kemarin sudah kan?"
"sudah pak"
"mungkin dari saya sudah cukup sampai sini saja, bisa dilanjutkan ke dosen pembimbing agama" 
'punyaku juga kah' tanyaku dalam hati,
"kalo kamu ini.." sambil mengambil naskah dan membacanya.
"iya sudah cukup sampai sini" 
'alhamdulillah' ucapku dalam hati 

***
alhamdulillah,
saat semangat dan semuanya yang ada dalam diriku mulai patah, namun tetap terus berjalan walau terseok untuk tetap konsultasi, waalau hati sudah mangkel, sudah nggrundel.. 
coba saat itu aku menyerah mungkin aku belom sampai titik ini sekarang ini,
'akan selalu ada harapan, disaat kita sudah mulai menyerah'
---aku sang pemalas---


yang ini nulisnya niat banget gak pake emosi dan gak pake hati mangkel serta ngrundel...
diniati sebelum lihat naskah kembali...

Popular posts from this blog

Makalah Kelas Osteichthyes

Makalah Anatomi Bunga

Makalah Etnobotani Pemanfaatan Tanaman sebagai Sandang